5 Contoh Pidato Tentang Pendidikan Yang Singkat,Padat dan Jelas


Pidato Tentang Pendidikan adalah sebuah teks orasi bermuatan pendidikan dengan berbagai macam tujuan, contoh untuk memotivasi peserta didik, memotivasi guru, mengembangkan materi pendidikan dan keperluan lain yang berkaitan dengan pendidikan. Contoh pidato tentang pendidikan yang saya share tentu bukan pidato tentang pendidikan dengan pembahasan panjang lebar sehingga membutuhkan durasi panjang, melainkan pidato pendidikan yang singkat, padat dan jelas.


Contoh pidato tentang pendidikan ini sangat cocok untuk  anda yang akan menjadi pembicara dalam kegiatan bertema pendidikan, mengisi acara dan atau mengikuti lomba pidato bahasa Indonesia dengan tema pendidikan. Nah, tentunya anda sudah tidak sabar kan seperti teks pidato tentang pendidikan yang saya share. Silakan anda simak, dan anda boleh copy paste teks pidato ini.

5 Contoh Pidato Tentang Pendidikan

1. Pidato Tentang Pendidikan Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan


Assalamu alaikum wr.wb.

Yang terhormat bapak/ibu guru serta dewan juri dan teman-teman yang saya sayangi

Salam sejahtera untuk kita semua
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat dipertemukan dalam ajang FLS2N ini.

Pada kesempatan ini, saya akan berpidato dengan judul Bangga Berbahasa Indonesia dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penentuan judul ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan saya dengan semakin banyaknya kalangan remaja yang salah mengucapkan Bahasa Indonesia, dengan melihat iklan maupun sinetron yang menggunakan bahasa gaul sehingga dengan mudah ditiru oleh kita semua.

Pada zaman sekarang ini yang serba maju banyak orang tua yang berlomba-lomba mengikuti tren yang memilih mendidik kita semua berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sebenarnya tidak buruk karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Tetapi kita tetap harus menjunjung tinggi bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Pertanyaannya apakah kita bangga saat kita berbahasa Indonesia dengan baik dan benar? Tentunya kalau bukan kita, siapa lagi yang harus bagga berbahasa Indonesia. Tetapi kenyatannya bahasa Indonesia seperti dinomor duakan, karena kebiasaan mencampur adukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, bahasa gaul membuat bahasa Indonesia semakin terpuruk keberadaaannya.

Pemerintah memiliki peran penting dalam membuat kebijakan tentang penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar kepada media masa, baik melalui televisi, majalah, surat kabar, dan internet. Kebijakan tersebut untuk membendung penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baku di berbagai media massa.

Kita semua perlu keteladanan, keteladanan dan kebiasaan yang harus benar-benar kita ubah. Karena saya yakin keteladanan dan kebiasaan itu kunci utamanya. Masalah tersebut menjadi keprihatinan kita bersama. Kita harus melakukan suatu tindakan walaupun tindakan itu sangat sederhana. Sehingga kita terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Marilah kita semua sebagai warga negara Indonesia mempunyai kewajiban menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia, menjaga dan melestarikannya sehingga tidak hilang diterjang kemajuan jaman. Bahasa adalah warisan budaya yang menjadi pembeda antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya. Maka ketika kita sudah tidak lagi bangga berbahasa Indonesia, artinya kita sudah kehilangan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya adiluhung. Mari kita lestarikan Bahasa Indonesia, kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, saya mohon maaf jika ada kesalahan. Saya berharap kita termotivasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Atas perhatian teman-teman dan bapak/ibu guru serta dewan juri, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu alaikum wr.wb.

2. Pidato Tentang Pendidikan Hari Pendidikan NasionalAssalamu alaikum wr.wb.

Saudara-saudara sekalian !Yang saya hormati.

pada hari ini, kita semua berkumpul disini untuk memperingati hari pendidikan Nasional, yang tepatnya jatuh pada tanggal 2 Mei 20...

Saudara sekalian yang saya hormati, Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional ini, semoga kita lebih semangat dan bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama. Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.

Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 20.. pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain. 
Alternatif yang didentifikasikan adalah :

  1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
  2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
  3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
  4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..

Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.
Semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global.

Untuk Itu, marilah kita sebagai orang tua untuk ikut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, jangan kita terlalu berharap dan mengharapkan semuanya yang berhubungan dengan pendidikan adalah tanggung jawab para ibu/bapak guru semata, tapi kita juga sebagai orang tua, wajib memberikan apresiasi yang lebih dalam mendidik anak-anak kita semua.

akhir kata dari saya ucapkan
Wassalamualaikum Wr.Wb.


3. Pidato Tentang Pendidikan Berkarakter

Assalamualaikum Wr.Wb.
Marilah kita panjatkan puji dan rasa syukur kehadirat Allah SWT, berkat karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, kita dapat berkumpul di pagi ini dalam keadaan yang sehat walafiat.
Tak lupa shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah memperjuangkan nilai dan agama yang luhur ini hingga sampai kepada kita semua.
Terima kasih saya ucapkan atas waktu dan tempat yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat tentang pendidikan karakter yang harapannya kelak para generasi muda yang mempunyai visi besar dalam membangun bangsa ini.
Saya juga berharap semoga apa yang akan saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi saya sendiri dan kepada semua yang dapat hadir di tempat ini.
Hadirin yang saya hormati,
Saat ini Bangsa kita tengah menghadapi persoalan yang sangat serius, yaitu menurunnya moral di kalangan remaja. Banyak remaja yang sudah terpengaruh oleh sikap hidup hedonis dan kehidupan yang mengabaikan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
Hal ini bisa dilihat dari data yang telah disampaikan oleh beberapa lembaga. Misalanya, Salah satu lembaga independen memaparkan fakta yang mencengangkan, bahwa 65% remaja saat ini sudah pernah melakukan hubungan seksual seperti ciuman, seks bebas dan bahkan berhubungan dengan sesama jenis.
Tidak hanya itu, data yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak kalah mengherankan. Mereka mengeluarkan data bahwa pengguna narkoba dari golongan remaja mencapai 79% pada tahun 2015.
Angka ini mengalami kenaikan sekitar 20% dari tahun lalu. Bahkan mereka juga menyatakan bahwa setiap 7 menit terdapat korban yang meninggal dunia akibat penggunaan narkoba.
Hadirin yang saya hormati,
Data-data tersebut sudah cukup membuktikan apa yang sedang terjadi saat ini. Lantas, dimanakah peran pendidikan sekolah, guru dan orangtua?
Mengapa para remaja saat ini terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat kita?
Setelah diteliti ternyata pemuda atau remaja saat ini telah kehilangan karakternya sebagai ksatria. Hal ini disebabkan lemahnya pendidikan karakter yang mereka dapatkan baik di sekolah maupun di rumah.
Lebih dari itu, sekolah saat ini hanya mengutamakan pendidikan yang mengejar hasil berupa nilai daripada mendidik anak agar mempunyai karakter yang baik dan mulia.
Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jam Pendidikan Moral dan Pancasila (PPKN) di sekolah. Oleh sebab itu, yang kita butuhkan saat ini adalah contoh pendidikan karakter agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.
Demikanlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan dan mohon maaf apabila ada perkataan yang tidak berkenan di hati. Akhir kata.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

4. Pidato Tentang Pendidikan Moral

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Swt Tuhan semesta alam yang telah memberikan segenap limpahan rahmat serta nikmat kepada kita semua sehingga kita masih bisa menikmati udara segar serta dapat berkumpul dalam suasana kekeluargaan yang berharga pada hari ini.
Kedua kalinya, marilah kita senantiasa mengenang dan mencintai baginda Nabi besar Muhammad Saw yang telah memberikan tuntunan serta bimbingan kepada kita semua sehingga kita berada pada jalan yang diridhoi oleh Allah Swt.
Bapak/Ibu dan para hadirin yang berbahagia
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat tentang pentingnya pendidikan moral dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang penuh dengan sopan santun dan etika.
Pidato singkat ini saya tujukan terkhusus untuk diri saya sendiri dan pada umumnya kepada para hadirin sekalian.
Bapak/Ibu para hadirin dan sahabat-sahabatku semuanya
Suatu bangsa akan lemah ketika masyarakatnya sudah tidak bisa menunjukkan moral dalam bertingkah laku.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk selalu menjaga moralitas kita dari pengaruh-pengaruh buruk yang dapat merusak nilai kearifan yang sudah kita jalani sekarang ini.
Dewasa ini kehidupan manusia semakin di permudah, semua fasilitas yang ada semakin memanjakan kita semua, kemajuan teknologi kian memudahkan kita untuk menjalankan berbagai macam aktivitas.
Kita tidak boleh dengan mudahnya terbuai yang kemudian menyalahgunakan kemudahan-kemudahan yang kita dapat. Kita harus memanfatkannya untuk tujuan-tujuan yang bersifat positif.
Bapak/Ibu sekalian….
Merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi orangtua untuk selalu memantau putra-putri kita agar terhindar dari berbagai macam potensi pengaruh buruk yang dapat merusak moral dan akhlak mereka.
Orangtua harus senantiasa memberikan nasehat yang mendidik kepada seorang anak. Ini sangatlah penting sebagai pondasi untuk membentengi anak-anak dari sesuatu yang dapat menjerumuskan ke perilaku-perilaku yang tidak baik.
Caranya dengan mengajari mereka pendidikan agama sejak dini, memberikan informasi-informasi yang membuat mereka bersemangat untuk mau belajar, mengajak mereka ke suatu tempat yang sarat akan edukasi moral dan karakter.
Tidak hanya itu, kita juga harus rela menyisihkan waktu untuk mendengar curhatan-curhatan anak-anak, keluh kesah mereka dan akhirnya bisa memberi cara pandang baru untuk melihat suatu masalah serta menemukan solusinya.
Sahabatku sekalian yang saya cintai..
Betapa pentingnya arti sebuah moral. Bangsa Indonesia ini tidak akan mampu menopang kokohnya pilar kebhinekaan ketika adat ketimuran yang santun dan ramah sudah hilang dari kehidupan sehari-hari.
Maka sebab itu, marilah kita untuk tetap menjunjung tinggi nilai moral, etika bermasyarakat, karakter gotong royong, nuansa tenggang rasa dan menghargai perbedaan.
Dimulai dari kita sebagai orangtua, kemudian kita ajarkan kepada anak-anak kita, agar bangsa yang majemuk ini senantiasa terhindar dari kemungkinan yang tidak kita inginkan.
Semoga kita tetap dalam lindungan dan rahmat yang dianugerahkan oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, semoga memberikan manfaat bagi kita semua dan apabila ada sepatah kata yang kurang berkenan di hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

5. Pidato Pendidikan Bahasa Jawa Berbakti Kepada Orang Tua Merupakan Pendidikan Karakter

Bismillahirohmaanirohiim
Assalamualaykum Wr. Wb.
Kawilujengan, rahmat, saha berkahipun Gusti Allah mugi tansah tumedhak lan kasarira kita sedaya.
Ketua panitia lomba ingkang dahat kinurmatan, bapak-ibu guru ingkang dahat kinurmatan, para rawuh ingkang luhur ing budi, kanca-kanca peserta lomba ingkang daktresnani.
Mangga kita sedaya tansah ngonjukaken puja astawa puji astuti raos syukur wonten ngarsa dalem Allah swt. dene ing wekdal (enjing, siyang) menika kita tansah pinaringan kasarasan, kekiyatan sami saged makempal wonten ing papan punika.
Sholawat saha salam kita aturaken wonten ngarsanipun Nabi Muhammad Saw. minangka rahmatan lil alamin, para kulawarga, para sahabatipun, lan para padherekipun ingkang tansah setya bekti dumugi puputing jaman.
Saben tiyang menika mesthinipun anggadhahi tiyang sepuh. Kita sedaya ugi mangertos menawi tiyang sepuh punika tansah nyambut damel kanthi tumemen, ngupadaya supados putranipun saged kados lare umum ingkang saged kagayuh menapa ingkang dipunbetahaken.
Mula saking menika, wonten kalodhangan punika kula badhe angandharaken babagan wigatinipun ngabekti kaliyan tiyang sepuh.
Para rawuh ingkang luhur ing budi mesthinipun sami mangertos bilih wekdal ibu ngandhut punika wonten ing kahanan ingkang prihatin amargi wonten ing prastawa ngantu-antu miyosipun kang putra. Dene bapak siyang lan dalu ugi tansah nyambut damel meres kringet kagem nyekapi kabutuhan kang putra. Sasampune kang putra miyos, kekalihipun tansah paring tresna lan asih sarta tansah paring wigati dhumateng putranipun. Langkung-langkung dumugi sakmenika bapak saha ibu taksih paring menapa kemawon dhumateng putra kadosta tresna, welas asih, ngelmu gesang, ngelmu babagan agama, ngelmu kadonyan, wragat, lan sapanunggalanipun ingkang boten saged kasebataken amarga saking kathahipun. Mekaten gegambaran mulyanipun tiyang sepuh kula kaliyan panjenengan sedaya.
Gusti Allah menika paring printah supados kang putra bekti kaliyan tiyang sepuhipun. Babagan punika kaandhut wonten ing tembang Macapat Maskumambang:
  1. Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi,
  2. anemu duraka,
  3. ing donya tumekeng akhir,
  4. tan wurung kasurang-surang. (ditembangke)

Tembang Macapat Maskumambang menika ngandhut pitutur luhur supados kita tansah manut mituhu kaliyan pituturipun tiyang sepuh, amargi tiyang ingkang boten manut pituture tiyang sepuh menika bakal manggihi duraka wonten ing pungkasanipun.
Gusti Allah paring printah dhumateng kita sedaya supados tansah tumindak sae kaliyan tiyang sepuh. Kita minangka putra boten pareng matur ingkang saged damel duka lan duhkitanipun tiyang sepuh, boten pareng matur kanthi sora (nyentak-nyentak) dhumateng tiyang sepuh, sanadyan namung matur “ah”, saha kedah matur ingkang sae lan saged damel tentreme manah tiyang sepuh.
Para rawuh ingkang dhahat kinurmatan, wonten maneka warna ingkang saged dipunlampahi gegayutan kaliyan pangabekten dhumateng tiyang sepuh. Ing antawisipun inggih:

 Tembang Macapat Maskumambang menika ngandhut pitutur luhur supados kita tansah manut mituhu kaliyan pituturipun tiyang sepuh, amargi tiyang ingkang boten manut pituture tiyang sepuh menika bakal manggihi duraka wonten ing pungkasanipun.
Gusti Allah paring printah dhumateng kita sedaya supados tansah tumindak sae kaliyan tiyang sepuh. Kita minangka putra boten pareng matur ingkang saged damel duka lan duhkitanipun tiyang sepuh, boten pareng matur kanthi sora (nyentak-nyentak) dhumateng tiyang sepuh, sanadyan namung matur “ah”, saha kedah matur ingkang sae lan saged damel tentreme manah tiyang sepuh.
Para rawuh ingkang dhahat kinurmatan, wonten maneka warna ingkang saged dipunlampahi gegayutan kaliyan pangabekten dhumateng tiyang sepuh. Ing antawisipun inggih:
1. Mituhu utawi manut punapa dhawuhe tiyang sepuh. Boten pareng nentang utawi ngeyel babagan menapa ingkang dikengken dening tiyang sepuh. Menawi kita didhawuhi sinau, prayogane kita enggal-enggal sinau. Amargi dhawuhe tiyang sepuh menika anggadhahi ancas sae kagem kita. Ancase tiyang sepuh ndhawuhi kita sinau menika supados kita wasis utawi pinter lan saged nggayuh menapa ingkang dipunkajengake.
2. Mbiyantu pikaryanipun tiyang sepuh. Tuladhanipun menawi kita ningali jogan jenes lan reget, kedahe enggal dipunresiki, disapu. Mekaten ugi menawi wungu, kedahe ngrapekake papan kagem tilem. Kita boten pareng damel repote bapak kaliyan ibu. Kedahe kita mbiyantu bapak kaliyan ibu.
3. Matur kanthi sopan lan sae sarta boten matur punapa ingkang saged damel duka tiyang sepuh.
4. Sinau kanthi sregep supados dados putra ingkang pinter lan wasis. Tiyang sepuh mesthinipun remen sanget menawi putrane sregep lan wasis. Damel bingahe tiyang sepuh kalebet bekti ugi dhumateng tiyang sepuh.
5. Ingkang pungkasan inggih ngibadah kanthi sregep lan ndongakaken tiyang sepuh.

Dene menawi sampun boten kagungan tiyang sepuh utawi tiyang sepuhipun sampun tilar donya, kita tansah saged paring pangabekten dhumateng panjenenganipun kanthi:
1. Tansah (n)dongakaken tiyang sepuh
2. Nyuwun apura tiyang sepuh dhumateng Gusti Allah
3. Nglampahi punapa ingkah dereng kejangkah dening tiyang sepuh nalika taksih gesang
4. Nyambung tali silaturahim utawi tali pasedherekan kaliyan kadang sedhereke tiyang sepuh

Para rawuh ingkang luhur ing budi, sumangga wonten ing wekdal menika kula kaliyan panjenengan sedaya ndedonga kagem tiyang sepuh supados piyambakipun tansah pinaringan kasarasan saengga saged nyekseni kita sukses kados ingkang dikajengaken tiyang sepuh; saged ngrencangi, anjagi tiyang sepuh dumugi ngenjang. Amargi kathah sanget jasane tiyang sepuh dhumateng kita sedaya kadosta sampun ngrumat, ngopeni, ndhidhik, mbiyayani, sarta nyekapi sedaya kabetahan kula kaliyan panjenengan sedaya  tanpa pamrih. Saking bab-bab menika kita saged ningali bilih pangorbanan tiyang sepuh dhumateng putrane punika ageng sanget.
Mekaten babagan pangabekten dhumateng tiyang sepuh. Dene menawi wonten sekolah, ingkang dados tiyang sepuh inggih bapak kaliyan ibu guru. Mula skaing menika wonten ing sekolah kita ugi kedah ngabekti setya tuhu dhumateng bapak kaliyan ibu guru ingkang minangka tiyang sepuh nomer kalih sasampunipun bapak kaliyan.
Kados pundi anggen kita ngabekti kaliyan bapak ibu guru? Kita saged nedhahaken bektinipun dhumateng bapak kaliyan ibu guru kanthi manut sedaya pituture bapak kaliyan ibu guru amarga guru punika kedah digugu lan diitiru. Kita kedah tansah nindakake punapa ingkang didhawuhi bapak saha ibu guru amargi punapa ingkang kawejangaken dhumateng kita mesthine babagan ingkang sae. Bapak ibu guru anggadhahi jasa damel siswa-siswi wasis, trampil, mangertos kathah ngelmu babagan menapa kemawon ingkang saged anglantaraken siswa nggayuh kasuksesanipun. Guru ugi nindakaken pangorbanan kanthi ancas supados siswanipun saged dados pribadhi ingkang langkung becik, langkung-langkung saged ngangkat drajad martabat tiyang sepuh saha sekolahipun. Bab menika kagambaraken wonten ing tembang Macapat Dhandhanggula:
Lamun sira anggeguru kaki,
amiliha manungs akang nyata,
ingkang becik martabate,
sarta kang wruh ing kukum,
kang ngibadah lan kang wirangi,
sokur oleh wong tapa ingkang wus amungkur,
tan mikir pawehing liyan,
iku pantes sira guronana kaki,
sartane kawruhana. (ditembangake)
Tembang menika anggadhahi pitutur luhur menawi kita kedah pados guru ingkang sae martabatipun, anggadhahi ngelmu babagan kukum; agama; lan ngelmu pagesangan ingkang mumpuni, sarta ingkang saged paring piwucalan babagan pendidikan karakter kagem siswanipun.
Para rawuh ingkang satuhu kinurmatan wajib kagem kula kaliyan panjenengan sedaya supados tansah ngabekti dhumateng tiyang sepuh saha guru. Pangabekti ingkang awujud mituhu dhawuhe tiyang sepuh kaliyan guru punika minangka salah satunggalipun pendidikan karakter. Pendidikan karakter minangka kunci sukses saben pribadi amarga pinter namung pendidikan moral boten sae, boten bakal dados pribadhi ingkang becik martabate. Saenipun menawi kapinteran disarengi kaliyan pendidikan moral ingkang sae ugi, saengga saged mujudaken kewasisan wonten bab spiritual, emosional, saha intelegensi kanthi seimbang. Menawi saben tiyang anggadhahi pendidikan karakter, spiritual, intelegensi ingkang sae tiyang ingkang luhur ing budi sarta sae martabate bakal kawujud.
Mula saking menika, sumangga wiwit samenika kita manut pitutur sae ingkang kawejangaken dening tiyang sepuh kaliyan guru. Amargi bab menika dados salah satunggalipun wujud pangabekti dhumateng piyambakipun lan kalebet pendidikan karakter ingkang sae. Kula kaliyan panjenengan sedaya kedah tansah ngabekti dhumateng tiyang sepuh kaliyan guru amargi piyambakipun sampun paring mapinten-pinten piwulang luhur, biaya, pangorbanan, ketrampilan lan sapanunggalanipun dhumateng kita saengga kaajab kita saged dados tiyang ingkang sae martabate. Pangabekti dados satunggalipn cara kagem males sedaya jasa tiyang sepuh kaliyan guru ingkang tanpa upami.
Susuh bubrah manuk tuhu
ditata ora keburu
Kita kedah setya tuhu
Mring wong tuwa uga guru

Mekaten ingkang saged kula andharaken. Mugi-mugi saged paring mupangat dhumateng kita sedaya. Menawi kathah kekirangan kula tansah nyuwun lumubering samodra pangaksama.
Maem kupat jodhone santen
Menawi lepat nyuwun pangapunten
Nuwun maturnuwun
Wassalamualaykum Wr. Wb.


0 Response to "5 Contoh Pidato Tentang Pendidikan Yang Singkat,Padat dan Jelas"

Post a Comment